Lamongan, 15/03/2026 – Peristiwa kecelakaan yang melibatkan kereta api terjadi di wilayah hukum Polsek Babat Polres Lamongan pada Sabtu malam (14/3).
Seorang pria tanpa identitas (Mr. X) ditemukan meninggal dunia setelah diduga tertabrak kereta api di jalur rel KM 157+700 petak jalan Babat–Baureno, tepatnya di Dusun Gardu, Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan.
Kapolsek Babat KOMPOL Chakim Amirullah, S.H., M.H. bersama anggota dan satu tim Unit Laka Lantas Polres Lamongan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan serta evakuasi korban.
Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S. Pd menjelaskan berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun di lokasi kejadian, insiden bermula pada Sabtu (14/3) sekitar pukul 23.40 WIB ketika masinis Kereta Api Blambangan Ekspres melaporkan adanya seseorang yang menyeberang rel dari arah utara ke selatan dan tertemper kereta di KM 158+5/6 jalur hilir, tepatnya di wilayah Dusun Gardu, Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Babat Kompol Chakim Amrullah,S.H bersama anggota dan petugas stasiun Babat melakukan penyisiran sepanjang jalur rel kereta api.
Setelah dilakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan di KM 157+700 dalam kondisi meninggal dunia.
Di lokasi kejadian, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga milik korban, di antaranya sebuah kantong berwarna merah berisi sembako, sepasang sandal berwarna hitam, serta topi hitam bertuliskan Pramuka.
Dari hasil pemeriksaan awal, diduga korban mengalami kecelakaan karena kurang berhati-hati saat berjalan dan menyeberangi jalur rel kereta api.
Sementara itu, kereta api yang terlibat dalam peristiwa tersebut dilaporkan tidak mengalami kerusakan.
Petugas yang berada di lokasi kemudian melakukan serangkaian tindakan kepolisian, antara lain melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti serta meminta keterangan saksi-saksi.
Selanjutnya oleh Anggota Polsek Babat jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD Karangkembang untuk proses penanganan lebih lanjut sambil menunggu kemungkinan adanya pihak keluarga yang mengenali korban.
Kasihumas mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak menyeberangi rel kereta api sembarangan demi menghindari terjadinya kecelakaan serupa.